My Work

Senyum

Kalau saja tersenyum mampu untuk membahagiakan orang lain dan membuat damai orang lain. Mengapa kita lebih memilih untuk marah dan bermuram durja. Bukankah kedamaian itu menentramkan?. Bukankah hati yang damai itu menyejukkan suasana?. Lantas apa lagi alasan anda bermuram durja?. Terlihat angkuh?. Merasa paling hebat?. Merasa tegas dan bijaksana?
Anyway, senyum itu Estetika. Keindahan untuk berbagi kebahagiaan dengan yang lain. Keindahan untuk memberi ketenangan dengan yang lain. Senyum itu adalah seni. Seni menyelesaikan masalah dengan tenang. Senyum itu cinta. Senyum yang tulus selalu ada cinta bagi kebahagiaan orang lain. Senyum itu ibadah. Ibadah mencari ridho Sang Illahi.
http://www.smile-day.net/wp-content/uploads/2012/02/Cute-Baby-Smile.jpgDan, ternyata, senyum itu tidak semudah mengartikanya. Entah mengapa kita masih saja memilih untuk menghindarinya, melupakkanya, tidak mengenalnya. Justru kita lebih memilih untuk marah, justru kita hanya memilih membuat kegaduhan bagi orang lain, justru api kemarahan makin mencuat dalam diri kita. Aduhai, alasan apa lagi yang ada di benak kita?. Entahlah. Barangkali senyum itu hanya sekedar melebarkan mulut. Bukan pada melebarkan hati untuk belajar tulus, ikhlas, dan sabar lantas melebarkan mulut dan menebarkan senyum ke sesama.
Surakarta, 21 September 2013
Pukul 01.10
-Redza Dwi Putra-

2 komentar:

Pena Biru mengatakan...

lelah, amarah, atau apapun namanya, mampu disembunyikan lewat seutas senyuman. ya, senyuman yang berasal dari hati tentunya, yang mampu memberikan secuil ketenangan untuk pemiliknya dan menghadirkan raut wajah yang menyenangkan untuk orang-orang sekitar :)

Unknown mengatakan...

Ya afii..
ok..Makasih ya.. :)

Potret Kata Designed by Templateism | MyBloggerLab Copyright © 2014

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.