My Work

Mengumpat-umpat

Bahkan untuk sekedar urusan mengumpat-umpat, gerundel, atau apaalah istilah kita menyebutnya, kita masih bisa dibilang tidak tahu apa-apa kok. Ya, karena bisa jadi kita tidak mengetahui sesungguhnya Apa yang direncanakan, apa yang dituju, atau karena bisa jadi karena kita belum pernah mengalami lantas kita mengumpat-umpat seenaknya, parahnya lagi kita mengumpat-umpat di belakangnya dan kita menyabarluaskannya ke yang lain. 

http://ficrizzie.files.wordpress.com/2008/07/slow-comp.jpg?w=240&h=277Bilang tidak becuslah, bilang asal-asalanlah, bilang tidak tahu dirilah. Aiih....sudahlah, pekerjaan itu hanya membuang-buang waktu kita, masih banyak hal yang harus dilakukan ketimbang sekedar mengumpat-umpat. Atau lebih baik kita ikhlas menerima, penerimaan yang tulus, atau jika memang keadaan nyata tetap seperti yang tadi, asal-asalan atau apalah, maka coba bersikaplah layaknya seorang revolusioner.. Ya, itu artinya ketika kita berkesmpatan melakukan hal yang demikian itu, maka kita harus merubahnya menjadi yang lebih baik. Bukan begitu kan??..hehe

Yang perlu kita sadari memang siapa sih kita? tahu apa? pengalaman aja belum ada sudah berani-beraninya menjelek-jelekkan orang..!!. Sadarlah kalau kita itu kenyataannya memang belum tahu apa-apa, belum berpengalaman, belum berilmu banyak.

Sudahlah, ikhlas saja. Tidak ada yang rugi kan kalau kita ikhlas?. Ambil saja hikmah dari semuanya. Percaya deh, semua pasti ada hikamhnya. Kalu engaku belum merasakkannya, bukan berarti itu tidak ada, buka. Bisa jadi  engaku akan merasakkannya  kelak di kemudian hari.

Redza Dwi Putra

Potret Kata Designed by Templateism | MyBloggerLab Copyright © 2014

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.