My Work

Anak Panah


Bukankah kita telah berjanji bersama. Membacakan janji-janji yang akan kita pegang bersama.
Dahulu memang kita berjanji akan menembakkan anak panah ini ke arah manapun yang kita suka. Lantas, kita membiarkan sang anak panah ini terbang tinggi setinggi-tingginya, sejauh-jauhnya. Terbang  tinggi membelah angkasa, menjulang di langit biru. Dan bukankah kita akan membiarkan sang anak panah ini menancap di suatu tempat tertinggi di bumi ini suatu saat kelak. Entahlah. Biarlah sang anak panah ini terbang mengelilingi bumi sesuka hati. Ya, biarkanlah. Dan percayalah, suatu saat nanti, selama engkau telah menembakkan anak panah ini dengan keikhlasan dan kesungguhan, maka lihatlah. Lihatlah sang anak panahmu yang akan menanacap di suatu tempat tertinggi yang engkau inginkan. Itu saja dan tidak ada yang lain. Akankah kita tetap akan menjadi sang anak panah yang terlahir dari negeri ini?. Entahlah. Lihat saja esok hari.
# Renungan 15 Mei 2011 (Yogyakarta)
Surakarta, 21 Mei 2013

Potret Kata Designed by Templateism | MyBloggerLab Copyright © 2014

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.